Showing posts with label geografi. Show all posts
Showing posts with label geografi. Show all posts

Thursday, December 5, 2013

Kabupaten Sarolangun

Kabupaten Sarolangun adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayahnya 6.174 km² dengan populasi 246.245 jiwa (sensus penduduk 2010). Kabupaten ini beribukota di Sarolangun, Sarolangun lahir pada tanggal 10 Oktober 1999 yang berdasarkan undang - undang Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sebelumnya, Kabupaten ini bersama - sama dengan Kabupaten Merangin tergabung dalam Kabupaten Sarolangun - Bangko.

Lambang Daerah

Lambang Kabupaten Sarolangun
Semboyan Kabupaten Sarolangun berbunyi  " Sepucuk Adat Serumpun Pseko " yang berarti : Melambangkan masyarakat Kabupaten Sarolangun bersama Pemerintah Daerah selalu menjunjung tinggi adat - istiadat dalam kehidupan sehari - hari yang merupakan bagian dari pusako Nenek Moyang yang sudah turun temurun dan merupakan warisan dan nilai budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

Kondisi Geografis  
Secara geografis, Kabupaten Sarolangun terletak antara 01°53’39’’ sampai 02°46’02’’ lintang selatan dan antara 102°03´39’ sampai 03°13´17’’ bujur timur dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 10 sampai dengan 1000 meter dari permukaan laut (dpl), dengan pembagian wilayah dan batas sebagai berikut : 


Kondisi Topografi
Kabupaten Sarolangun merupakan Kabupaten yang dilalui oleh jalur jalan lintas sumatera. Karena letaknya yang strategis itu, maka Kabupaten Sarolangun menjadi suatu tempat yang bisa diperhitungkan untuk membuka lahan usaha. Perekonomian Kabupaten Sarolangun ini sebagian besar berasal dari pertanian dan sumber daya alam yang berupa minyak bumi, batu bara dan emas, serta perhotelan dan restoran.
Luas wilayah administratif Kabupaten Sarolangun meliputi 6.174 Km², terdiri dari dataran rendah 5.248 km2 (85%) dan dataran tinggi 926 km2 (15%). Secara administratif pada awal berdirinya Kabupaten Sarolangun terdiri atas 6 kecamatan, 1 kelurahan dan 125 desa. Sampai dengan Tahun 2010 Kabupaten Sarolangun terdiri dari  10 kecamatan, 9 kelurahan dan 134 desa dengan jumlah penduduk 246.245 jiwa dengan kepadatan penduduk 40 jiwa/km2.

Ada 12 Marga di Kabupaten Sarolangun sebagai asal - usul berdirinya Kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun, Yaitu : 
  1. Marga Batin V Sarolangun.
  2. Marga Batin VII Tanjung.
  3. Marga Simpang Tiga Pauh.
  4. Marga Air Hitam.
  5. Marga Batin VI Mandiangin.
  6. Marga Pelawan.
  7. Marga Datuk Nan Tigo.
  8. Marga Cermin Nan Gedang.
  9. Marga Bukit Bulan.
  10. Marga Batang Asai.
  11. Marga Sungai Pinang.
  12. Marga Batin Pengambang.

Kabupaten Sarolangun terdiri dari 10 Kecamatan, yaitu :
  1. Kecamatan Sarolangun ( Ibukota Kabupaten ).
  2. Kecamatan Pelawan.
  3. Kecamatan Singkut.
  4. Kecamatan Batin VIII.
  5. Kecamatan Limun.
  6. Kecamatan Pauh.
  7. Kecamatan Air Hitam ( Aik Hitam).
  8. Kecamatan Mandiangin.
  9. Kecamatan Batang Asai.
  10. Kecamatan Cermin Nan Gedang.

Potensi Pertambangan
A. Potensi Investasi Bahan Galian Startegis ( Golongan A).
  • Minyak Bumi
  • Batu Bara 
B. Potensi Investasi Bahan Galian Vital ( Golongan B ).
  • Emas
  • Biji Besi
  • Seng  (Zinc)
  • Timbal (Pb)
  • Tembaga (Cu)
C. Potensi Investasi Bahan Galian Golongan C.
  • Batu Gamping
  • Granit
  • Marmer
  • Fosfat
  • Pasir Kuarsa dan Kerikil Kuarsa
  • Kaolin dan Bentonit
  • Pasir dan Batu
  • Semen (cement)

Monday, November 11, 2013

Kota Sungai Penuh

Sejarah Kota Sungai Penuh
Kota Sungai Penuh merupakan kota yang terbentuk hasil pemekaran dari Kabupaten Induk (Kab. Kerinci) dan merupakan salah satu dari 11 Kabupaten/Kota yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Bapak H. Mardiyanto (a.n. Presiden Republik Indonesia) pada tanggal 8 November 2008, dengan dasar hukum No.25 Tahun 2008 tentang pembentukan Kota Sungai Penuh di Provinsi Jambi. Disahkan oleh DPR-RI tanggal 21 juli 2008, pemekaran Kota Sungai Penuh ini diprakarsai oleh mantan Bupati Kab. Kerinci, H. Fauzi Siin. Berikut ini kronologis Pembentukan Kota Sungai Penuh :

1. Keputusan Pemerintah Kerajaan Belanda (Goverment Belsuit) Nomor 13 tanggal 3 November 1909, Sungai Penuh ditunjuk sebagai Ibukota.

2. Aspiriasi masyarakat membentuk Kota Sungai Penuh sejak Tahun 1970-an.

3. Perkembangan Kota Sungai Penuh tidak  efektif dikelola hanya oleh Pemerintah Kecamatan.

4. Kota Sungai Penuh merupakan Kota terpadat kedua di Provinsi Jambi setelah Kota Jambi.

5. PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang persyaratan, pembentukan, dan kriteria pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah.

6. Untuk peningkatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan.

7. Hasil penilitian oleh Prof.Dr. Sadu Wasistiono, MS (Pasca Sarjana IPDN) Tahun 2005 yang menyatakan bahwa Kabupaten Kerinci layak untuk dimekarkan.


Lambang Kota Sungai Penuh
Gbr. Lambang Kota Sungai Penuh
Arti Lambang :
- Figura : Diambil dari bentuk atap rumah adat Kota Sungai Penuh
- Pintu Mesjid berjumlah 8 (delapan) buah : Tanggal terbentuknya Kota Sungai penuh yaitu tanggal 8 (delapan). Pucuk larangan atau undang yang delapan.
- Garis-garis yang melingkari gong adalah gema gong berjumlah 11 (sebelas) garis.
- Padi dan Kapas (Padi=20 butir, Kapas=8 buah) : Cita-cita Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mewujudkan kondisi masyarakat yang makmur sejahtera dalam sandang dan pangan. Padi 20 butir dan kapas 8 buah adalah tahun terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tahun 2008.
- Gong : Kekuatan kebudayaan dan adat-istiadat Kota Sungai Penuh.
- Mesjid Agung Pondok Tinggi : Ikon Kota Sungai Penuh yang menyimpan banyak sejarah dan kebanggaan masyarakat Kota Sungai Penuh.
- Bintang Bersudut Lima : Kesetiaan masyarakat Kota Sungai Penuh pada NKRI.
- Keris : Sebagai pusaka suci peninggalan Depati - Depati yang melambangkan perjuangan rakyat Kota Sungai Penuh.
- Bunga Melati Air : Stempel /  cap yang tertera pada piagam/surat kuno baik yang berasal dari Jambi maupun Sumatera Barat masih banyak tersimpan pada Tokoh - Tokoh adat Kota Sungai Penuh.
- Tulisan Incung : Tulisan Incung kuno yang terdapat hampir disetiap benda pusaka Kota Sungai Penuh. Tulisan ini telah digabungkan dan terbentuklah tulisan Incung yang artinya  "SAHALUN SUHAK SALATUH BDEI".
- Sahalun Suhak Salatuh Bdei : Merupakan semboyan yang memperlihatkan kekompakan, dan selalu bermusyawarah untuk bermufakat dalam setiap pengambilan keputusan.
- Latar Belakang Perbukitan dan Hamparan Sawah : Merupakan perbukitan yang kaya akan potensi wisata alam sekaligus bentuk bentang alam Kota Sungai Penuh.
- Gambar Ukiran Keluk Paku Kacang Belimbing : Masyarakat Kota Sungai Penuh dalam menuntut ilmu tidak ada henti - hentinya seperti Keluk Paku dan Akar Kacang Belimbing yang tidak bertemu ujung dan pangkalnya, menjalar terus - menerus.


Geografi dan Topografi
Letak Geografis Kota Sungai Penuh  antara 1010 14'32"BT sampai dengan 1010 27'31"BT dan 020 01'40" LS sampai dengan 020 14'54" LS. Dengan luas keseluruhan 39.150 ha, yang terdiri dari TNKS seluas 23.177,6 ha (59,2%) dan lahan hunian budidaya seluas 15.972,4 ha (48,8%).
Berdasarkan UU No.25 Tahun 2008 batas wilayah Kota Sungai Penuh adalah :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan  Kecamatan Sitinjau Laut, dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kab. pesisir dan Kab. Mukomuko.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Air hangat timur.
Wilayah kota ini memiliki Topografi berbukit-bukit, berada pada kawasan Bukit Barisan dan hutan tropis dengan ketinggian 100-1000 m diatas permukaan laut, dengan luas kemiringan lahan antara 0-20% sekitar 6.300 ha, luas daratan bergelombang dengan kemiringan antara 5-150% sekitar 1.295 ha, luas daratan curam bergelombang dengan kemiringan antara 16-400% sekitar 4.345 ha, dan luas daratan sangat curam yang bergelombang dengan kemiringan antara lebih 400% sekitar 1.295 ha. Topografi Kota Sungai Penuh berada pada dataran tinggi berbukit-bukit dan dikelilingi bukit barisan dan hutan lebat menyebabkan Kota Sungai Penuh memiliki iklim yang sejuk dan nyaman.
 
Tempat Kunjungan Wisata
Kota Sungai Penuh memiliki beberapa potensi wisata, antara lain :
 
1. Bukit Khayangan dan Bukit Semancik
 
Taman Bukit Khayangan dan Bukit Semancik merupakan tempat memandang  panorama alam, dimana kita dapat memandang dari ketinggian dengan melihat kota sungai penuh, danau kerinci, gunung kerinci, hamparan sawah yang membentang dan desa-desa tempat tinggal penduduk tertata disepanjang pinggiran bukit hijau. 
 
2. Bukit Sentiong
 
Bukit Sentiong merupakan tempat memandang dari ketinggian Kota Sungai Penuh diwaktu sore dan malam hari dimana dapat terlihat seluruh Kota Sungai Penuh dan hamparan sawah yang terbentang luas.
 
3. Water Park
 
Kota Sungai Penuh mempunyai banyak sumber mata air sehingga sangat mendukung untuk membangun kolam renang dan water park.
 
4. Pembangunan Pasar Tradisional Pariwisata
 
Pasar ini khusus untuk tempat menjual barang-barang cinderamata yang berasal dari home industri Kota Sungai Penuh.
 
5. Bukit Tapan
 
Lokasi obyek wisata yang satu ini sangat strategis, terdapat perbukitan dan pepohonan yang rindang serta akses menuju lokasi cukup baik dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

6. Taman Bunga Puti Senang

Taman Bunga Puti Senang terletak tidak jauh dari perkotaan dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan pemandangan yang dihiasi bermacam bentuk dan jenis - jenis bunga.