Showing posts with label peta. Show all posts
Showing posts with label peta. Show all posts

Thursday, October 31, 2013

Kabupaten Tebo


Kabupaten Tebo adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Bungo Tebo, tanggal 12 Oktober 1999.

Lambang Kabupaten Tebo

Lambang Kabupaten Tebo
Arti Lambang :
  1. Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila.
  2. Pintu atau kotak-kotak pada kubah mesjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan.
  3. Padi nan duo belas kapas nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo.
  4. Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo.
  5. Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi.
  6. Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo.
  7. Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat, syara' dan Pemerintah.
  8. Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur, tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak.
  9. Galah dan Dayung, Galah adalah menunjukkan tekat untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif, Dayung adalah tanda kekompakan, kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama.
  10. Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat.
  11. Pita yang bertuliskan "SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial, jatidiri, masyarakat Kabupaten Tebo.
  12. Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam bias Kabupaten Tebo.
  13. Kubah Mesjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam. 
  Geografi & Topografi 

Batas Wilayah :
- Utara    : Kabupaten Indragiri hilir provinsi Riau
- Selatan : Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin
- Barat    : Kabupaten Bungo dan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
- Timur   : Kabupaten Batanghari 

Pembagian Wilayah :
  1. Tebo Tengah yang beribukota di Muara Tebo.
  2. Rimbo Bujang yang beribukota di Wiroto Agung.
  3. Rimbo Ilir yang beribukota di Karang Dadi.
  4. Rimbo Ulu yang beribukota di Suka Damai.
  5. VII Koto yang beribukota di Sungai Abang.
  6. VII Koto Ilir yang beribukota di Balai Rajo.
  7. Sumay yang beribukota di Teluk Singkawang.
  8. Serai Serumpun yang beribukota di Sekutur Jaya.
  9. Tengah Ilir yang beribukota di Mengupeh.
  10. Tebo Ulu yang beribukota di Pulau Temiang.
  11. Tebo Ilir yang beribukota di Sungai Bengkal.
  12. Muara Tabir yang beribukota di Pintas Tuo.

Kabupaten Ini Memiliki 5 Kelurahan Yaitu: - Untuk Kecamatan Tebo Tengah Memiliki 2 Kelurahan Yaitu A.Kelurahan Tebing Tinggi B.Kelurahan Pasar Muara Tebo - Untuk Kecamatan Tebo Ilir Memiliki 1 Kelurahan Yaitu: A. Kelurahn Sungai Bengkal - Untuk Kecamatan Tebo Ulu Memiliki 1 Kelurahan Yaitu: A. Kelurahan Pulau Temiang - Untuk Kecamatan Rimbo Bujang Memiliki 1 Kelurahan Yaitu: A. Kelurahan wirotho agung.
Adapun untuk perekonomian Kabupaten Tebo Bersumber Pada perkebunan Sawit, Karet di dukung Oleh pertambangan baik itu Batu Bara, Minyak Bumi dan Tambang emas tapi masih dalam skala kecil. daerah ini kaya akan sumber daya alam dan bisa di jadikan daerah perikanan tawar karena diLewati oleh sungai terbesar di Provinsi Jambi yaitu Sungai Batanghari serta merupakan daerah rawa dataran rendah.Kabupaten Tebo Memiliki penduduk sejumlah ± 224.944 jiwa dengan 75 % adalah petani. Memiliki 1 Buah Pusat Kesehatan yaitu Rumah sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syariffudin, dibantu oleh 12 Pusat kesehatan Masyarakat (PKM) di 12 kecamatannya.

Tempat Kunjungan Wisata  
Beberapa tempat kunjungan wisata di Kabupaten Tebo :

1. Makam Sultan Thaha Syaifuddin
Makam pahlawan Nasional asal Jambi, Sultan Thaha Syaifudin

Lokasi
:
Kecamatan Tebo Tengah, 210 km dari Kota Jambi (46 km dari Kota Muaro Bungo), menempati areal seluas ± 1 ha

Wisata
:
Sultan Thaha Syaifudin adalah sultan terakhir Kesultanan Melayu Jambi & merupakan keturunan ke-15 dari Putri Selaras Pinang Masak. Menduduki tahta kesultanan dan menyingkir dari istana yang diduduki Belanda tahun 1858, dan gugur tahun 1904 dalam perlawanan terhadap penjajah.
Tanggal 1 Desember 1977, diberi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional dari Jambi.


2. Istana Sultan Thaha Syaifuddin
Istana pahlawan Nasional asal Jambi, Sultan Thaha Syaifudin

Lokasi
:
Kecamatan Tebo Ilir, Tanah Garo, 160 km dari Kota Jambi, menempati areal seluas ± 40 ha

Wisata
:
Merupakan kawasan Istana Sultan Thaha Syaifuddin yang dikelilingi oleh anak sungai sebagai sarana transportasi menuju lokasi, dalam kawasan ini terdapat hutan kayu, rotan, damar dan bukit untuk melihat ke arah Desa Betung Berdarah dan Sungai Tabir
3. Taman Hutan Raya Bukit Sari
Hutan lindung dengan koleksi tanaman langka

Lokasi
:
Kecamatan Tebo Ilir, Desa Sungai Bengkal, 156 km dari Kota Jambi, menempati areal seluas ± 610 ha

Wisata
:
Kawasan hutan alam ini membentang seluas ± 610 ha sepanjang jalan raya, dengan koleksi tidak kurang dari 30 jenis kayu langka seperti : pohon bulian (kayu besi), tembesu, balam merah, kulim, beringin, meranti, kelat, keruang, marsawa, dll. Di dalamnya sudah terdapat jalan setapak untuk mempermudah kunjungan.
4. Taman Nasional Bukit 30 (TNBT)
Salah satu dari 4 Taman Nasional di Provinsi Jambi

Lokasi
:
Kecamatan Tebo Tengah, Desa Lubuk Madrasah, menempati areal seluas ± 127.698 ha

Wisata
:
Merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki kekayaan habitat flora & fauna yang dilindungi. Selain itu disekitarnya merupakan kawasan tempat tinggal komunitas Talang Mamak (suku kubu/suku anak dalam/orang rimbo) dan petani tradisional Melayu
5. Batu Menangis & Air Terjun Bulian Berdarah
Kawasan wisata yang berkaitan dengan legenda penduduk setempat

Lokasi
:
Kecamatan Tebo Tengah, Desa Lubuk Madrasah

Wisata
:
Batu Menangis terkait legenda setempat tentang anak durhaka, sementara Air Terjun Bulian Berdarah adalah kawasan wisata alam yang dulunya terdapat banyak pohon bulian yang mengeluarkan getah berwarna merah darah. Di area kecamatan ini juga terdapat Air Terjun Ketalo & Air Terjun Bukit Karendo.
6. Danau Sigombak
Kawasan wisata yang berkaitan dengan legenda penduduk setempat

Lokasi
:
Kecamatan Tebo Ulu, Desa Teluk Kembang Jambu, luas area ± 40 ha, pulau ditengah danau ± 5 ha

Wisata
:
Danau Sigombak berbentuk cincin dengan pulau ditengahnya berupa hutan heterogen. Panorama danau yang indah ini terlihat jelas dari Desa Teluk Kembang Jambu. Di bagian utara danau terdapat lubuk (kawasan perairan dalam) sementara ditengah relatif lebih dangkal.





 


Wednesday, October 23, 2013

Kabupaten Batanghari

Lambang Kabupaten Batanghari
Arti Lambang :

Lambang Berbentuk Perisai Segilima Yang Dilingkari Garis Putih Yang Menunjukkan Kesucian.
Di Dalamnya Terdapat Warna Hijau Menunjukkan Kesuburan.
Pucak Masjid Melambangkan Kepercayaan rakyat/yang sebagian Besar Beragama Islam.
Di Dalamnya Terdapat Warna Kuning Menunjukkan Kekayaan dan Keagungan, Kebesaran Rakyat Batang Hari.
Sedangkan Warna Biru Menunjukkan Sungai Batanghari.
Sungai Bercabang Dua Menunjukkan Geografis Batang Hari, Cabang ke Kiri adalah Sungai Batangtembesi, Cabang Kekanan Sungai Batanghari.
Keris Siginjai Menunjukkan Lambang Kerajaan-Kerajaan Dan Perjuangan Rakyat Jambi Termasuk Rakyat Batang Hari Dalam Melawan Penjajah.
Menara Minyak Melambangkan Terdapatnya Tambang Minyak.
Pohon Karet Menandakan akan Kesuburan/Kekayaan Alamnya.
Kabupaten Batang Hari, Serentak Bak Regam, yang Artinya menunjukkan watak dan adat yang seiya sekata (musyawarah dan mufakat).

Sejarah Kabupaten Batanghari
Kabupaten Batanghari dengan filosofi “ Serentak Bak Regam “ beribukota Muara Bulian dibentuk Tanggal 1 Desember 1948 melalui Peraturan Komisaris Pemerintah RI di Bukit Tinggi No.81/Kom/U tanggal 30 Nopember 1948 dengan Pusat Pemerintahan waktu itu di Jambi, Sekarang kota Jambi, dan merupakan satu dari 11 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi, sedang Provinsi Jambi dibentuk dengan UU Darurat No.19 tahun 1957 bersamaan dengan pembentukan Provinsi Sumatera Barat dan Riau.
Secara historis, pada masa pemerintahan Nurdin sebagai Bupati Pertama 1950 -1952 kawasan Batang Hari masih belum memiliki otonomi dan kedudukan pusat pemerintahan sebagai Daerah Tk. II secara pasti, ini berlangsung hingga masa kepemimpinan M.Djamin Datuk Bagindo 1952-1963, dan Abdul Manaf Bupati ketiga 1953-1954.
Namun demikian pembangunan di kawasan Kabupaten Batang Hari terus berjalan. Sejak tahun 1954 cikal bakal pemimpin-pemimpin wilayah Batanghari dalam hal memperbaiki mekanisme pemerintahan daerah serta mewujudkan berbagai apek pembangunan mulai dirintis sebagai langkah awal menuju pembangunan berikutnya.
Tahun 1954-1956 Batanghari dipimpin oleh Bupati Madolangeng, Tahun 1956-1957 R. Sunarto, tahun 1957-1958 dipimpin oleh Ali Sudin, dan Tahun 1958-1966 saat dipimpin oleh H. Bakri Sulaiman terjadi perubahan otoritas pemerintahan. Tahun 1963 Pusat pemerintahan Kabupaten Batang Hari dipindah ke KM.10 Kenali Asam (saat ini masuk wilayah Kota Jambi). Tahun 1965 sesuai UU No.7 Tahun 1965, Kabupaten Batang Hari dimekarkan menjadi 2 Daerah Tingkat II yakni Kabupaten Dati II Batang Hari yang beribukota KM. 10 Kenali Asam dan Kabupaten Tanjung Jabung yang beribukota Kuala Tungkal. Tahun 1966-1968 Kabupaten Batang Hari dipimpin Drs. H.Z. Muchtar DM dan tahun 1968-1979 dilanjutkan oleh Rd. Syuhur. Tahun 1979 Pusat Pemerintahan Kabupaten Batang Hari dipindahkan dari Km. 10 Kenali Asam ke Muara Bulian berdasarkan UU NO. 12 Tahun 1979 dan diresmikan oleh Mendagri Bapak Amir Machmud tanggal 21 Juli 1979. Tahun 1981-1991 Kabupaten Batanghari dipimpin oleh Drs.H. Hasip Kalimuddinsyam. Tahun 1991-2001 Batanghari dipimpin oleh Bupati H.M. Saman Chatib, SH. sejalan dengan era reformasi dan tuntutan otonomi daerah Kabupaten Batang Hari. Berdasarkan UU. No. 54 tahun 1999 dimekarkan kembali menjadi 2, yakni Kabupaten Batang Hari yang beribukota Muara Bulian dan Kabupaten Muaro Jambi yang beribukota Sengeti yang peresmian dilakukan oleh Mendagri di Jakarta bulan Oktober 1999, sehingga saat ini Kabupaten Batanghari memiliki luas wilayah 5.809,43 Km persegi, berpenduduk sampai Desember 2010 sebanyak 240.763 jiwa tersebar pada 8 Kecamatan dengan 100 Desa dan 13 Kelurahan.
Tahun 2001-2006 Kabupaten Batang Hari dipimpin oleh H. Abdul Fattah, SH dengan Wakilnya Ir. Syahirsah, Sy yang menjadi Wakil Bupati pertama sejak Batang Hari berdiri. Tahun 2006-2011 Kabupaten Batanghari dipimpin oleh Bupati Ir. Syahirsah, Sy dengan Wakil Bupati H. Ardian Faisal, SE, MSi (Putra HM. Saman Chatib, SH), sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih langsung oleh rakyat untuk yang pertama kali melalui proses Pilkada Langsung. Tahun 2011 Kabupaten Batang Hari dipimpin oleh H. Abdul Fattah, SH dan Sinwan, SH yang menjadi Bupati dan wakil Bupati Batang Hari periode 2011-2016.
Kabupaten Batang Hari mengalami dua kali pemekaran, yang pertama sesuai UU No.7 Tahun 1965 Kabupaten Batang Hari dimekarkan menjaddi dua Daerah Tingkat II, yakni Kabupaten Batang Hari beribukota Kenali Asam dan Kabupaten Tanjung Jabung yang beribukota Kuala Tungkal, Kedua, sesuai dengan UU No. 54 Tahun 1999 Kabupaten BatangHari kembvali dimekarkan menjadi Dua Kabupaten yakni Kabupaten Batang Hari dengan Ibukota Muara Bulian dan Kabupaten Muaro Jambi beribukota Sengeti.

Topografi Kabupaten Batanghari

Peta. Kabupaten Batanghari
Kabupaten Batang Hari terletak di bagian tengah Provinsi Jambi dengan luas wilayah 5.180,35 Km2. Kabupaten Batang Hari secara geografis terletak pada posisi 1º15’ lintang selatan sampai dengan 2º2’ lintang selatan dan diantara 102º30’ bujur timur sampai dengan 104º30’ bujur timur. Dalam lingkup provinsi letak Kabupaten Batang Hari berada di wilayah bagian tengah provinsi dan merupakan daerah perbukitan.
Kabupaten ini pada akhir tahun 2000 mempunyai jumlah penduduk 191.727 jiwa. Dilihat dari struktur umur, sekitar 60,19 persen adalah penduduk usia produktif dan sisanya 39,81% kaum lanjut usia, dan anak-anak yang memerlukan sentuhan investasi untuk menjadikan mereka generasi yang berkualitas di masa depan. Penduduk di daerah ini terdiri dari berbagai sukiu seperti : Melayu, Jawa, Sunda, Batak, Minang, Cina, dan Suku-suku lain yang jumlahnya relatif kecil.

Berdasarkan letak geografisnya Kabupaten Batanghari berbatasan :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Sumatera Selatan.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi.
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tebo.

Kondisi geologi dan struktur tanah yang terdapat dalam wilayah Kabupaten Batang Hari antara lain didominasi oleh Neogin seluas 283.986 Ha diikuti endapan seluas 171.662 Ha dan Tufa Vulcan seluas 84.472 Ha.
Kabupaten Batang Hari beriklim tropis dengan temperatur udara berkisar antara 20-30 derajat celcius. Hasil pengamatan dalam 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah curah hujan rata-rata pertahun berkisar antara 2.264,6 – 2.976,4 mm dengan kelembaban antara 62,66 – 84,55 persen serta penyinaran berkisar antara 89,3 – 133,9 persen. Curah hujan di Kabupaten Batang Hari selama tahun 2004 berjumlah 2.398,3 mm dengan banyaknya hari hujan 176 hari. Rata-rata curah hujan per bulan berkisar 199,9 mm sementara rata-rata jumlah hari hujan perbulan adalah 14 hari.
Wilayah Kabupaten Batang Hari dilalui oleh dua sungai besar yaitu Batang Tembesi dan Sungai Batanghari. Beberapa sungai lainnya yang relatif besar antara lain adalah Sungai Dangun Bangko, Sungai Kayu Aro, Sungai Rengas, Sungai Lingkar, Sungai Kejasung Besar, Sungai Jebak. Disamping sungai besar tadi terdapat pula beberapa sungai kecil yang merupakan anak-anak sungai yaitu Sungai Singoan, Sungai Bernai, Sungai Mersam, Sungai Bulian, Sungai Kandang, Sungai Aur, Sungai Bacang dan lain – lain.

Tempat Kunjungan Wisata:
Wisata Budaya
1. Rumah Adat Batang Hari di Kecamatan Muara Bulian
2. Seni Budaya Suku Anak Dalam di Desa Bukit Tembesu Sungai Ruan dan Bungku
3. Gugus Candi di Desa Lubuk Ruso
4. Kerajinan Ukiran Kayu di Desa Pulau Betung
5. Kerajinan Rotan di Desa Ratau Kapas Tuo.
6. Danau Ugo di Aur Gading Kecamatan Batin XXIV
7. Danau Letang Jaya di Perumnas Muara Bulian.
8. Danau Bangko di Kecamatan Pemayung
9. Goa Tengkorak di Bukit Paku Kecamatan Muara Tembesi
10 Benteng di Kecamatan Muara Tembesi (Peninggalan Jepang)
11. Taman Rekreasi Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian 
Wisata Alam
Objek wisata alam di Kabupaten Batang Hari meliputi wisata air di Sungai Batang Hari, Taman Hutan Rakyat Senami, Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian, Taman Hutan Sengkati dan Taman Hutan Kota Muara Bulian.