Monday, January 27, 2014

Tarian Selamat Datang Jambi


Seseorang yang dianggap orang penting yang melancong ke tanah Jambi pastilah beruntung, karena akan disuguhkan gerak tari yang lembut dan halus yang diiringi musik dan lantunan syair yang agung. Tari tersebut adalah "Tari Sekapur Sirih", tari ini merupakan  tarian selamat datang kepada tamu-tamu besar di Jambi.

Tarian ini diciptakan oleh Firdaus Chatab pada tahun 1962, pada tahun 1967 tarian ini ditata ulang oleh OK Hendri BBA. Tari ini mendeskripsikan perasaan lapang dan terbuka yang dimiliki orang-orang Jambi terhadap tamu yang berkunjung ke daerah mereka. Jumlah penari dalam tarian ini adalaha sembilan (9) orang penari wanita dan tiga (3) orang penari pria. Diantara duabelas (12) penari tersebut satu orang bertugas memegang payung, dua orang pengawal dan sisanya menari.

Gerakan melenggang, sembah tinggi, merentang kepak, berhias (memasang cincin, gelang, anting serta bedak gincu dan calak), gerakan putar setengah, putar penuh menjadi bagian dari tarian ini. Gerakan tersebuut dilakukan dalam posisi level rendah dan sedang, sedangkan pola lantai yang dimainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pementasan. Apabila dilakukan di gedung atau indoor pola lantai dapat dilakukan namun apabila diluar gedung atau outdoor pola lantai jarang dilakukan.

Cerano atau wadah yang berisikan lembaran daun sirih, payung, keris merupakan peralatan yang digunakan dalam tarian ini. Untuk pakaian, para penari mengenakan "Baju Kurung" adat jambi. Senandung lagu rakyat "Jeruk Purut" dan suara biola dan akordion berlanggam melayu dan ditemani oleh gambus, gong dan gendang turut mengiringi tarian ini.

Para penari berhias tubuhnya dengan balutan songket, baju kurung dalam, sedangkan hias kepala berupa sunting yang terdiri dari kembang goyang, beringin dan cempaka. Pemanis lain yang juga digunakan adalah teratai, pending dan gelang. Seiring dengan perkembangan zaman aksesoris yang dipakaipun bertambah, seperti : gelang kilat bahu, gelang kano, gelang pipih dan gelang buku beban atau juga disebut gelang puru, sedangkan sanggul lipat pandan, sunting beringin dan kembang goyang menjadi perhiasan untuk kepala.

Sebenarnya nama atau istilah dari tarian ini cukup beragam sama dengan beragamnya varian tarian ini, salah satunya adalah Tari Penyambutan. Pada mulanya tarian ini disebut Tarian Persembahan, kemudian mengalami perubahan menjadi Tari Penyambutan. Bedanya dengan Tari Sekapur Sirih bahwa tari penyambutan merupakan tari kreasi baru yang diatur sedekat mungkin dengan Tari Kejei. Jumlah penari disesuaikan dengan tempat, bisa pria bisa wanita, atau bisa juga berpasangan.

Masyarakat Rejang Lembak menyebut Tari Penyambutan dengan sebutan Tari Kurak, meskipun pada akhirnya nama Tari Penyambutan dipilih untuk dibakukan. Musik dan alat musik dalam Tari Penyambutan ini menggunakan musik Kejei. Gerakan tarian ini terdiri dari sembah tari, yaitu tangan diangkat di atas bahu. Kemudian penari akan melakukan sembah tamu, yaitu gerakan yang menangkat tangan ke atas dada. Setelah itu penyerah sirih melakukan gerakan setengah jongkok dan setengah berdiri untuk tarian yang dilakukan di luar rumah, sementara itu gerakan lantai dilakukan untuk tarian yang dilakukan di dalam rumah.

No comments:

Post a Comment