Showing posts with label candi muaro jambi. Show all posts
Showing posts with label candi muaro jambi. Show all posts

Thursday, December 12, 2013

Kabupaten Muaro Jambi

Kabupaten Muaro Jambi adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten Muaro Jambi dibentuk berdasarkan undang - undang Nomor 54 tahun 1999 sebagai pemekaran dari Kabupaten Batanghari dan secara defacto kegiatan Pemerintahan efektif berjalan terhitung 12 Oktober 1999 bersamaan dengan pelantikan pejabat Bupati sementara menjelang ditetapkannya pejabat Bupati defenitif, dengan pusat Pemerintahan berada di Sengeti Kecamatan Sekernan yang berjarak 38 km dari Kota Jambi.

Lambang Daerah

Motto Kabupaten Muaro Jambi :
"  SAILUN SALIMBAI  " yang berarti : Semangat kebersamaan / gotong-royong dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

Kondisi Geografis
Kabupaten Muaro Jambi merupakan daerah dataran rendah, dan termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan merata sepanjang tahun rata - rata 186 mm perhari dengan intensitas hujan rata - rata 16 hari hujan. Temperatur rata - rata 32 derajat celcius dengan variasi temperatur antara musim hujan dan musim kemarau relatif kecil.
Luas wilayah Kabupaten Muaro Jambi kurang lebih 5.246 km, secara administratif mempunyai batas - batas wilayah sebagai berikut :
Secara administratif Kabupaten Muaro Jambi sampai tahun 2012 ini terdiri dari 11 Kecamatan, 5 Kelurahan dan 146 Desa.

Sebelas (11) Kecamatan dalam Kabupaten Muaro Jambi yaitu antar lain :
  1. Kecamatan Jambi  Luar Kota
  2. Kecamatan Mestong
  3. Kecamatan Skernan
  4. Kecamatan Maro Sebo
  5. Kecamatan Kumpeh
  6. Kecamatan Kumpeh Ulu
  7. Kecamatan Sungai Bahar
  8. Kecamatan Sungai Gelam
  9. Kecamatan Taman Rajo
  10. Kecamatan Bahar Utara
  11. Kecamatan Bahar Selatan


Tempat Kunjungan Wisata
Berikut ini beberapa tempat kunjungan wisata yang ada di Kabupaten Muaro Jambi, yaitu : 

1. Situs Purbakala Candi Muaro Jambi
Komplek Percandian Muaro Jambi, Situs Kepurbakalaan Muaro Jambi merupakan tempat peninggalan purbakala terluas di Indonesia, membentang dari barat ke timur 7,5 kilometer ditepian Sungai Batanghari, dengan luas lebih kurang 12 kilometer persegi. Sebagian kecil berada di barat sungai batanghari dan disisi timur sungai batanghari masuk wilayah administratif Desa Muaro Jambi dan Desa Danau Lamo, sedangkan dibagian barat sungai berada di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.

2. Taman Nasional Berbak
Taman Nasional Berbak merupakan salah satu kawasan konservasi lahan basah yang penting di Asia Tenggara ini dibuktikan dengan ditunjuknya sebagai kawasan Ramsar (Lahan Basah Internasional). Letak geografis Taman Nasional Berbak berada antara  104 06 BT - 104 06 BT dan 10 4' LS - 1 35' LS. Secara administratif Taman ini terletak di Kabapaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Sebagai kawasan lahan basah berbau ditumbuhi beraneka ragam jenis vegetasi yang khas dan tahan terhadap genangan air.

3. Burung Kuau Besar (Great Agus Pheasant - Arguisanus Argus)
Burung Kuau Besar adalah salah satu jenis satwa langka yang saat ini masih ada dan hidup di hutan Tanjung Katung Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.

4. Wisata Agro
Banyaknya perusahaan - perusahaan perkebunan swasta besar yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, disamping merupakan sarana pemberdayaan ekonomi rakyat melalui sektor perkebunan. Dapat juga dijadikan objek agro wisata yang cukup menarik bagi wisatawan karena daya tarik keindahan alam dan udaranya yang masih segar.

Friday, October 4, 2013

Situs Purbakala Candi Muaro Jambi

Tahukah anda jika di provinsi Jambi pernah  berdiri 3 (tiga) kerajaan Melayu ?? dua diantaranya bercorak Budha, bermula dari kerajaan Malayu (Melayu tua) kemudian muncul kerajaan Dharmasraya (Melayu muda), dan terakhir adalah Kesultanan Jambi yang bercorak islam (Melayu islam). ketiga kerajaan tersebut berdiri silih berganti sejak abad ke-4 Masehi hingga kedatangan bangsa belanda ke jambi yang berhasil menghancurkan Kesultanan Jambi pada tahun 1904. Salah satu saksi keberadaan kerajaan Melayu Jambi adalah Candi Muaro Jambi, yang terletak di desa Muaro Jambi Kec. Muaro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Desa Muaro Jambi terletak 2 km sebelah timur laut kota Jambi yang dapat di tempuh sekitar 20 menit perjalanan menggunakan jalur darat melalui jembatan Batanghari II. Beberapa pemandu wisata lokal menyarankan untuk lewat jalur Olak Kemang, karena melalui jalur ini kita akan melihat sebuah suguhan pemandangan rumah panggung asli berarsitektur kuno dengan ukiran kayu khas jambi. Diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro jambi mulai dibangun sejak abad 4 m. sampai sekarang disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang  39 kelompok candi dengan luas komplek percandian  2.612 hektar. Dikawasan ini terdapat beberapa candi yang berhasil di pugar diantaranya : candi Kedaton, candi Gumpung, candi Tinggi I, Candi Tinggi II, candi Astano, candi Kembar batu, candi Gedong I, candi Gedong II, candi Koto Mahligai dan Kolam Telago Rajo. Seluruh bangunan candi tersebut adalah peninggalan kerajaan Melayu yang berlatarbelakang kebudayaan  Melayu Budhis.


Candi Kedaton
Gbr. candi kedaton

Candi Kedaton merupakan kompleks candi terbesar yang ada di Situs Muaro Jambi. Halaman kompleks dikelilingi pagar tembok, reruntuhannya masih dapat ditemui, dan diperkirakan memiliki panjang yang mengelilingi wilayah 215 x 250 m. Di dalam kompleks terdapat candi induk yang menghadap ke utara dan berdenah bujur sangkar berukuran 26 x 26 meter. Bangunannya mudah dikenali karena bentuknya yang besar dan pada salah satu dinding sisi barat terdapat longsoran berangkal berwarna putih yang merupakan bagian dari batu isian bangunan. Kebesaran candi juga tampak dari aneka ragam temuan purbakala seperti padmasana batu, umpak-umpak batu, ubin bata serta tidak jauh dari lokasi candi pernah ditemukan sebuah belanga yang cukup besar, yang kini tersimpan di Museum Situs.

 Candi Gumpung
Gbr. candi Gumpung
Candi Gumpung adalah candi terbesar kedua setelah candi Kedaton. Candi Gumpung tersusun dari bangunan bata dari berbagai bentuk dan ukuran. Dan disini pernah ditemukan benda purbakala yang berhasil di ketemukan oleh para arkeolog. Kelompok Candi Gumpung dibatasi pagar keliling yang membentuk bujur sangkar yang memiliki ukuran panjang keseluruhan 604,40 meter. Luas keseluruhan areal Candi Gumpung adalah 229,50 m2. Candi Gumpung memiliki Candi Perwara (penampil) sebanyak 5 buah, yang belum jelas benar wujudnya, 4 buah gapura dan 2 buah tempat yang diperkirakan bekas kolam. Gumpung berasal dari penamaan sebuah menapo gumpung dari masyarakat sekitar, dalam bahasa melayu berarti papak atau patah atau terpotong diatasnya. Salah satu penemuan arca di Candi Gumpung memperlihatkan ciri-ciri yang banyak persamaannya dengan arca Prajnaparamita dari zaman Singosari. 

Candi Tinggi I
Gbr. candi Tinggi I


Candi Tinggi II

Gbr. candi Tinggi II

Candi berikutnya adalah Candi Tinggi II, berjarak 500 meter sebelah timur laut Candi Gumpung. Luas komplek Candi Tinggi 2,92 Ha terdiri dari 1 bangunan induk, 6 bangunan perwara dan pagar keliling. Bangunan induk telah dipugar berdenah bujur sangkar, berukuran 16 m x 16 m dengan tinggi 7,6 m. Diperkirakan dahulu, candi ini dibangun dua tahap, hal ini terbukti dari struktur bangunan yang lebih tua ditemukan masih tetap utuh dibagian dalam bangunan candi. Bagian penampil dan tangga naik pada candi induk berada di sebelah selatan. Sedangkan candi perwara yang berbentuk bujur sangkar meyebar di sisi timur laut, barat, baratdaya, selatan candi induk. Keadaan sekarang dari bangunan tersebut yang tersisa hanya bagian pondasi dan sedikit bagian kaki, gapura menuju komplek candi tinggi ini terletak di timur dan barat. Pada candi induk terdapat tangga naik menuju kedua teras candi dengan tubuh bangunan makin mengecil pada puncaknya. Beberapa temuan yang sekarang tersimpan di Museum Situs, antara lain sejumlah potongan benda dari besi dan perunggu, pecahan arca batu, fragmen keramik asing dari Cina asal abad ke-9 hingga ke-14 Masehi. Disamping itu juga terdapat bata-bata kuno yang digores dengan tulisan yang lazim dipakai pada abad ke-9 Masehi, sezaman dengan tulisan prenagari.Tidak jauh dari Candi Tinggi II, terdapat Candi Tinggi I, candi ini berukuran lebih kecil dari Candi Tinggi II.

Candi Astano
Gbr. candi Astano


Candi Astano berada sekitar 1.250 m arah timur Candi Tinggi. Bangunan candi induk unik, berbeda bentuk dibanding candi-candi lain yang ada di Situs Muaro Jambi. Bentuk bangunan memiliki 12 sisi, menurut penafsiran para ahli, bentuk tersebut merupakan gabungan tiga bangunan yang masing-masing berbeda usianya atau dibangun lebih dari satu kali. Selain itu di lokasi candi juga ditemukan dau buah padmasana (lapik/dudukan arca), keramik asing dari masa Dinasti Sung dan ratusan manik-manik.

Candi Kembar Batu
Gbr. candi Kembar Batu


Dikompleks candi Muaro Jambi ini, terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi yang dibatasi fisik oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya, namun secara kasar dapat dihitung 64 X 54 meter persegi dan terdapat struktur tiang bangunan yang terbuat dari kayu dan lantai yang terbuat dari batu bata. Gong Cina pernah ditemukan oleh para arkeolog. Gong yang berasal dari perunggu beraksara Cina ini disebut-sebut sebagai gong perang, yang kini tersimpan di Museum Negeri Jambi. Dan ada juga candi induk,berukuran 11,5 x 11,5 meter berada didepan Candi Perwara (penampil). Candi Induk ni memiliki tangga pada bagian timurnya.
 
Candi Gedong I 
Gbr. candi Gedong I
Candi Gedong II
Gbr. candi Gedong II

Candi Gedong yang terdiri dari dua bagian yakni Gedong 1 dan Gedong 2. Keduanya sangat berdekatan lokasinya sekitar 150 meter. Candi ini terletak sekitar 1.450 meter dari sebelah timur Candi Kedaton, sama-sama memiliki struktur tangga di sebelah timur. Candi Gedong 1 sangat unik, dibangunan yang berbentuk bujur sangkar ini banyak dijumpai temuan lepas purbakala seperti mata uang kepeng dari Cina sebanyak 161 buah, peralatan keagamaan, bata berprofil, bata bertekuk,dll.

Candi Koto Mahligai 
Candi ini masih dalam tahap pemugaran, Lokasi kompleks candi terletak paling barat dari gugusan percandian Muaro Jambi. Dari pusat kunjungan wisata situs purbakala Muaro Jambi berjarak ± 4 km, yang secara administratif terletak di wilayah Desa Danau Lamo kecamatan Muarosebo.  Pada kompleks candi terdapat candi induk  dan perwara, selain itu juga terdapat sisa-sisa dinding tembok suatu bangunan yang terdiri dari beberapa ruangan. wilayah dengan luas ± 10.850ini juga di kelilingi pagar tembok. Pada halaman ini pernah ditemukan 2 (dua) buah Archa gajah, satu diantaranya berupa gajah singa seperti yang ditemukan di candi Gedong II. kedua Archa tersebut telah dipindahkan dan disimpan di Museum situs yang berada dalam kawasan komplek percandian Muaro Jambi.


Kolam Telago Rajo
Gbr. kolam Telago Rajo


Sekitar 100 meter arah tenggara candi Gumpung terdapat sebuah kolam yang dikenal dengan nama kolam Telago Rajo. Kolam ini terbuat dari gunduhan tanah yang berbentuk persegi panjang ukuran 130 X 100 meter, kedalaman kolam ini jika dihitung dari permukaan gundukan tanah adalah 2-3 meter, namun hanya setengah dari kedalaman tersebut yang digenangi air. Keberadaan kolam yang ditemukan pada tahun 1970 diperkirakan berfungsi sebagai waduk kontrol air agar tidak menggenangi candi dan sebagai tempat persediaan air bersih pada masa lalu. Selain kolam Telago rajo juga terdapat kanal-kanal kuno yang tersebar di sekitar beberapa candi.