Friday, December 6, 2013

Potensi Wisata di Kabupaten Sarolangun

Kabupaten Sarolangun memiliki beberapa potensi pariwisata yang umumnya adalah objek wisata alam, selain itu juga objek wisata ziarah, objek wisata minat khusus, objek wisata budaya dan objek wisata sejarah. Keanekaragaman potensi wisata ini tersebar di berbagai Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun, serta ada beberapa objek wisata yang masih menunggu pembenahan Pemerintah.

Potensi Wisata Alam
1. Batu Bersurat Prasasti Karang Birahi
Objek wisata ini merupakan tempat atau situs bersejarah.
Lokasi : Kecamatan Pemenang, Desa Karang Birahi atau sekitar 25 km dari Kota Sarolangun.
Wisata : Merupakan Prasti bersejarah berkaitan dengan Kerajaan Melayu Jambi dan Sriwijaya.

2. Sungai Batang Asai 
Objek wisata ini merupakan kawasan wisata petualangan arung jeram.
Lokasi  : Kecamatan Batang Asai, 110 km dari Kota Sarolangun.
Wisata : Sungai berarus deras dengan batu - batuan sepanjang 90 km sangat cocok untuk petualangan olah raga arung jeram (rafting, canoing) dan sungai batang asai ini pernah digunakan sebagai arena pertandingan arung jeram Internasional.

3. Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD)
Objek wisata ini merupakan salah satu dari empat ( 4 ) Taman Nasional di Provinsi Jambi.
Lokasi  : Kecamatan Pauh, 40 km dari Kota Sarolangun, menempati areal seluas
± 60.500 ha.
Wisata :  Kawasan ini ditetapkan sebagai cagar biosfer dan merupakan kawasan pengembaraan Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba yang hidup berpindah-pindah didalam hutan rimba, dengan populasi sekitar 900 - 1.000 jiwa.

4. Danau Kaco
Objek wisata ini merupakan kawasan wisata tirta dengan panorama yang asri.
Lokasi  : Kecamatan Batang Asai, Desa Sungai Karadak, 92 km dari Kota Sarolangun.
Wisata   : Untuk mencapai danau ini perjalanan harus dilakukan dengan menggunakan perahu tempek (motor tempel) menelusuri sungai batang asai selama 2,5 jam, kemudian diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 3 jam. Kurang lebih 1 km sebelum sampai dipinggir danau, akan terlihat pemandangan hamparan batu kaca yang mengeluarkan cahaya gemerlap terkena cahaya matahari.

5. Danau Biaro
Objek wisata ini merupakan kawasan wisata tirta dengan panorama yang asri.
Lokasi  :  Desa Lindung, 5 km dari Kota Sarolangun dengan luas kurang lebih 3 ha dengan kedalaman 0,5 - 5 meter.
Wisata  :  Kawasan yang masih terlihat asri dan berhawa sejuk dengan hutan lebat disekitarnya, selain keindahannya danau ini juga merupakan kawasan pemancingan.

6. Air Terjun Simpang Narso dan Air Terjun Seluro
Objek wisata ini merupakan kawasan wisata tirta dengan panorama yang asri.
Lokasi  : Kecamatan Batang Asai, 92 km dari Kota Sarolangun. Persisnya Air Terjun Simpang Narso terletak di Desa Simpang Narso sedangkan Air Terjun Seluro terletak di Desa Raden Anom.
Wisata  : Sebenarnya terdapat beberapa air terjun di kawasan ini, namun dua air terjun ini termasuk yang cukup tinggi. Air Terjun Simpang Narso memiliki ketinggian 45 meter, sedangkan Air Terjun Seluro memiliki ketinggian 25 meter. Kedua air terjun ini dikelilingi oleh hutan yang masih lebat. 

7. Panorama Alam Bukit Rayo dan  Bukit Paradun Sulah
Objek wisata ini merupakan kawasan perbukitan dengan pemandangan panorama alam yang asri.
Lokasi  : Kecamatan Batang Asai, Desa Tambak Ratu. 92 km dari Kota Sarolangun.
Wisata    :  Dari ketinggian kurang lebih 500 meter diatas permukaan laut, dapat dilihat hamparan panorama indah desa dan sawah - sawah dibawahnya serta lembah Sungai Batang Asai dengan batu - batu besarnya, dilatarbelakangi gugusan Pegunungan Bukit Barisan disebelah barat dan selatan.


Potensi Wisata Kuliner
1. Tempoyak
Kabupaten Sarolangun yang dibelah oleh sungai tembesi ini memiliki kuliner tradisional berupa "  Tempoyak  ". Tempoyak adalah makanan yang terbuat dari buah durian yang di simpan selama jangka waktu tertentu atau dengan kata lain Tempoyak adalah durian yang dipermentasikan yang disantap dengan cara dimakan langsung bersama nasi, digulai atau ditumis terlebih dahulu sesuai selera. Meskipun Tempoyak banyak terdapat di tempat lain seperti : Palembang dan Riau, namun Tempoyak dari Kabupaten Sarolangun ini mempunyai rasa yang sangat khas.
 
2. Asam Rebung
Begitu pula dengan Asam Rebung, Asam Rebung juga merupakan makanan yang dipermentasikan yang terbuat dari tunas bambu. Cara menyantapnya juga sama dengan Tempoyak yaitu setelah dipermentasikan kemudian diolah bersama ikan khas sungai tembesi menjadi gulai yang disantap bersama nasi. Rasanya pun juga sangat khas, yaitu akan terasa hangat di tenggorokan.
 








No comments:

Post a Comment